Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah video berdurasi satu menit beredar di Facebook menampilkan seorang wanita berkerudung putih berbicara di depan mikrofon dengan latar logo Parlemen Uni Eropa.
Dalam video tersebut, perempuan itu menyampaikan pidato berbahasa Inggris dan mengaku sedang berbicara di hadapan anggota Parlemen Eropa.
Ia menyebut dirinya sebagai perwakilan bangsa Aceh dan menyerukan referendum damai agar rakyat Aceh bisa menentukan nasibnya sendiri.
Berikut isi narasi pidato yang ditampilkan dalam video tersebut:
“Yang terhormat anggota parlemen uni eropa, hari ini saya berdiri di sini bukan hanya sebagai suara bangsa aceh, tetapi juga sebagai saksi dari puluhan tahun ketidakadilan. Terlalu lama kekayaan kami dieksploitasi, budaya kami ditekan, dan hak demokratis kami diabaikan dibawah kekuasaan Indonesia. Bangsa aceh tidak meminta belas kasihan. Bangsa aceh menuntut hak yang dimiliki setiap bangsa, hak untuk menentukan nasib sendiri sebagaimana dijamin dalam piagam perserikatan bangsa-bangsa. Bangsa aceh percaya jalan ke depan bukan melalui perang, tetapi melalui perdamaian sebuah REFERENDUM damai yang diawasi oleh komunitas internasional, agar rakyat aceh dapat memilih masa depannya sendiri. Kami berharap kepada uni eropa untuk berdir di sisi sejarah yang benar, berdiri bersama keadilan dan berdiri bersama bangsa aceh. Thank you”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Video tersebut juga disertai narasi unggahan yang berbunyi:
“*SUBHANALLAH CANTIK NYA SRIKANDI ACEH GENERASI GENZI PIDATO DI PARLEMEN UNI EROPAH UNTUK REFERENDUM ACEH*
*CEPAT ATAU LAMBAT AKANKAH MERDEKA…???????*”
Namun, benarkah video tersebut?